KAPAN ANDA HARUS MENEMUI KONSULTAN PERNIKAHAN




Menjalani pernikahan tentunnya bukan suatu hal yang mudah. Banyak faktor yang membuat pernikahan bisa berhasil maupun sebaliknya. Pasang surut hubungan pernikahan pasti terjadi dalam setiap pernikahan. Jika anda merasa hubungan pernikahan sedang bermasalah dan anda merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri disitulah anda harus menghubungi konsultan pernikahan. Banyak pasangan yang merasa bisa untuk mengatasi masalah sendirian, ketimbang meminta bantuan pihak ketiga. Namunpenurut para ahli tak jarang hal ini justru semakin memperburuk masalah. Sebelum ini terjadi pada anda, ada beberapa alasan lain yang bisa menjadi referensi anda untuk mengunjungi konsultan pernikahan.
 
1.Komunikasi Memburuk

Apabila komunikasi memburuk, akan sulit untuk mengembalikannya ke jadecfv cgvblan yang benar. Komunikasi negatif biasanya menjadikan salah satu pasangan merasa tertekan, tidak aman, diabaikan atau menarik diri dari pembicaraan. Komunikasi negatif juga termasuk nada bicara. Penting untuk diingat bahwa komunikasi bukan selalu berarti apa yang ingin disampaikan, tetapi bagaimana cara menyampaikannya.

2.Pasangan Berselingkuh

Memulihkan diri dari kasus perselingkuhan bukannya tidak mungkin, namun membutuhkan waktu dan usaha yang besar. Diperlukan komitmen dan kemauan agar bisa saling memaafkan dan mau mengikhlaskannya. Saat perselingkuhan terjadi, biasanya salah satu pasangan merasa sendiri dan ditinggalkan. Oleh karena itu, dukungan dari orang luar bisa sangat membantu.

3.Pasangan Hanya Sebagai ‘Teman Sekamar’

Ketika pasangan tidak lagi menjadi suami-istri melainkan ‘teman sekamar’, mungkin inilah saatnya bertemu dengan konsultan pernikahan. Jika pasangan tidak lagi berkomunikasi, menunjukkan keintiman dan hanya hidup ‘berdampingan’, konsultan pernikahan bisa bantu mencari tahu serta mengembalikan sesuatu yang hilang dalam kehidupan pernikahan.

4.Ketika Satu-satunya Solusi Adalah Berpisah

Saat pasangan sedang bersitegang, ada baiknya jika mereka megambil ‘waktu istirahat’ untuk memulihkan pikiran. Namun ketika ‘waktu istirahat’ berubah menjadi semalam, sehari, sebulan, setahun bahkan tinggal berjauhan, inilah saatnya mereka membutuhkan konseling. Menghabiskan waktu dari rumah biasanya tidak bisa mengatasi masalah, justru memperkuat pemikiran ‘berjauhan sangat membantu’. Ingat, pasangan tidak lagi ada di dekat Anda, tetapi masalah akan tetap ada sampai Anda bisa menyelesaikannya.

5.Tetap Bersama Demi Anak-anak

Tidak sedikit pasangan yang merasa telah melakukan perbuatan yang bijaksana, saat mereka tetap bersama demi anak-anak mereka. Nyatanya, tinggal bersama yang ‘dipaksakan’ justru bisa merugikan sang buah hati. Pikirkan kembali keputusan dan konsultasikan kepada pakar yang bisa membantu Anda. Jika pasangan mampu mengatasi masalah dan bergerak ke arah yang positif, mungkin itu adalah keputusan yang terbaik bagi semua pihak.
 
Sumber: psychcentral




  • 15 HAL YANG TIDAK BOLEH ANDA LUPAKAN SEMINGGU SEBELUM PERNIKAHAN



    Dengan hanya seminggu lagi sebelum Anda mengatakan "saya bersedia," perencanaan pernikahan mungkin sudah selesai anda lakukan tetapi tugas anda belum sepenuhnya berakhir. Untuk memastikan tidak ada detail-detail mimpi pernikahan anda yang terlewatkan, ada 15 hal penting yang harus dilakukan anda dan tunangan anda seminggu menjelang pernikahan.

    1. Konfirmasi janji perawatan tubuh jelang pernikahan dan dapatkan manikur dan pedikur. (Lebih baik dilakukan satu atau dua hari sebelum pernikahan).

    2. Potong rambut anda. Jika Anda pergi ke tukang cukur lebih dari seminggu menjelang pernikahan, ada kemungkinan rambut Anda bisa terlihat shaggy. Memotong rambut terlalu dekat dengan hari pernikahan juga berisiko membuat rambut anda terlalu pendek.

    3. Ambil baju Anda dan gaun pengantin anda. Lakukan satu fitting baju terakhir di toko sebelum membawanya pulang, ini akan memberi Anda lebih banyak waktu untuk setiap perubahan yang terjadi di menit terakhir.

    4. Latihan berjalan dan menari menggunakan sepatu pernikahan anda.

    5. Hubungi tamu anda yang terlewat dalam daftar VVIP via telepon. Anda akan membutuhkan kepastian jumlah akhir tamu yang datang untuk tempat dan katering.

    6. Komunikasikan rundown dan job desk panita termasuk informasi kontak penting kepada orang tua dan koordinator pernikahan anda. Setiap orang memainkan peran besar dalam hari pernikahan anda dan akan membantu segala sesuatunya berjalan sesuai rundown acara pernikahan.

    7. Lakukan pembayaran akhir dan beri uang tips ke dalam amplop terpisah untuk masing-masing vendor pernikahan anda. Tugaskan kepada teman yang dipercaya atau anggota keluarga untuk mendistribusikannya pada hari pernikahan Anda. Minta mereka untuk menyambut masing-masing vendor dan menjadi orang yang bertanggung jawab jika ada pertanyaan muncul dari pihak vendor.

    8. Telepon dan konfirmasi ulang setiap detail kepada masing-masing vendor anda, termasuk tanggal, waktu, dan lokasi. Jangan lupa berikan mereka info kontak teman/keluarga/orang yang bertanggung jawab. (anda akan terlalu sibuk bersiap-siap pada hari H). Pastikan fotografer Anda memiliki daftar foto yang harus diambil, DJ/Band Anda memiliki daftar lagu anda, dan tempat anda melangsungkan pernikahan tahu kapan masing-masing vendor akan tiba untuk mengatur persiapan dll.

    9. Buat grafik tempat duduk untuk penerimaan tamu anda dan bagikan versi finalnya dengan katering Anda, manajer gedung, MC dan panitia pernikahan, serta koordinator pernikahan.

    10. Berikan sopir anda jadwal serta daftar nama, nomor telepon, dan alamat untuk mengantar, menjemput atau menurunkan tamu atau keluarga anda.

    11. Belanja paket untuk bulan madu anda. Meskipun pasangan anda akan memastikan itu sudah terbeli, namun bikini, dan SPF 50 tidak akan datang dengan sendirinya.

    12. Menulis nazar Anda sendiri? Membuat bersulang? Persiapkan apa-apa yang terkait dengan pidato dari sekarang.

    13. Mengumpulkan peralatan darurat pada hari pernikahan yang mencakup; peniti dan jarum dengan benang yang cocok dengan gaun anda.

    14. Kemasi tas untuk malam pernikahan anda dan minta seseorang untuk mengirimkannya ke hotel di mana Anda akan tinggal.

    15. Berdoa agar acara pernikahan berjalan dengan lancar.

    Sumber: thebrides.com




  • TUJUH KUNCI SUKSES PERKAWINAN AWET



    Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga pernikahan tetap awet hingga ajal menjemput. Agar hubungan jangka panjang tetap bertahan, tentunya butuh berbagai trik agar masing-masing pasangan dapat mempertahankan keharmonisan hubungan mereka. Ada beberapa trik selalu menjaga pernikahan tetap langgeng. Tujuh di antaranya, yaitu:

    1. Seks
    Hubungan seks yang dilakukan rutin minimal 2 minggu sekali bisa menguatkan ikatan. Bila gairah mulai hilang, segera cari tahu masalahnya, apakah dari diri sendiri, pasangan atau kalian berdua. Kalau Anda dan pasangan terlalu sibuk dan lelah, istirahat yang cukup bisa mengembalikan vitalitas.

    2. Ciuman
    Lakukan diawal hari, lebih sering dan kapan saja kalian bisa. Ciuman sebelum ke kantor, atau ciuman sebagai ucapan terima kasih bisa merekatkan kasih sayang.

    3. Bunga
    Beri kejutan sesekali dengan memberi pasangan sebuket atau setangkai bunga, bukan saja di hari istimewa seperti ulang tahun pernikahan atau valentine. Kejutan berupa hadiah kecil menunjukkan perhatian yang membuatnya terharu.

    4. Berdandan
    Setelah menikah, berdandan dan mempercantik diri seringkali terlupakan. Jaga gairah pasangan dengan tetap menjaga penampilan di hadapannya.

    5. Tidur
    Tidur berdampingan setiap malam lebih baik daripada kamar terpisah daripada jika kalian sama-sama tidak mengalami gangguan tidur. Jaga agar sebelum tidur semua masalah telah diselesaikan dan tidur tanpa pertengkaran.

    6. Kejujuran
    Jangan menipu diri sendiri dengan mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Jujurlah jika pasangan memiliki gaya hidup tidak sehat seperti memiliki kelebihan berat badan atau terlalu sering minum alkohol. Katakan saja, "Aku mencintaimu seperti apapaun keadaanmu, tetapi lebih baik kalau aku didampingi orang yang sehat."

    7. Anak-anak
    Menikah dan memiliki anak tidak berarti pernikahan akan bahagia. Namun, di banyak pernikahan, anak mampu melengkapi kebahagiaan pasangan. Mereka membuat pasangan menjadi lebih dekat meskipun terkadang merupakan sumber rasa frustasi orangtua. Di banyak pernikahan yang kuat, dukungan utama bukan saja berasal dari pasangan tetapi dari anak-anak dan keluarga.

    Sumber: viva.co.id




  • 7 MASALAH PERNIKAHAN YANG TIDAK DAPAT DIPERBAIKI



    Setiap pernikahan tentunya pernah menghadapi masalah. Namun, beberapa masalah lebih besar dari lainnya. Terlalu sibuk mengurus anak sehingga kurang komunikasi? Panggil saja baby sitter. Terlalu fokus dengan handphone dibanding pasangan? Buat peraturan bebas handphone di kamar Anda.

    Bagaimana kalau Anda sulit membuka diri pada pasangan atau salah satu dari Anda terlalu narsis? Terapis pernikahan mengatakan hal ini bisa membuat pernikahan Anda berakhir. Berikut ini adalah tujuh masalah pernikahan yang tidak dapat dipebaiki, menurut terapis pernikahan:

    1. Rasa hina satu sama lain
    Menurut Bonnie Ray Kennan, seorang psikoterapis dari Torrance, California, mengatakan bahwa jika tidak diawasi, saling menyalahkan, sarkasme dan rasa hina satu sama lain dapat merusak fondasi pernikahan Anda. Bahkan, peneliti pernikahan John Gottman menyebut rasa hina sebagai penyebab utama perceraian.

    2. Terlalu Argumentatif
    Opini Anda berbeda dari pasangan, tentu sering terjadi. Namun, harus dimengerti bahwa hubungan bukanlah kompetisi di mana Anda bersaing untuk menang. “ Akan menjadi masalah bila salah satu dari pasangan menyebabkan argumen dan mencari-cari alasan untuk tidak memaafkan yang lainnya, apalagi bila diikuti dengan menolak diskusi lebih lanjut” ?kata penasihat pernikahan Lisa Schmidt.

    3. Perselingkuhan Kronis
    Berada dalam hubungan dengan tukang selingkuh sangatlah sulit dan melelahkan.
    Hubungan ini bisa diperbaiki, hanya jika pasangan yang selingkuh jujur dengan perbuatannya dan mau meninggalkan kebiasaan buruk ini.
    Psikoterapis dan penulis Marriage Meetings for Lasting Love, Marcia Naomi Berger, mengatakan, “ Banyak orang yang akhirnya menyerah untuk memperbaiki hubungan mereka. Mereka memutuskan bahwa terlalu banyak janji yang dilanggar.”

    4. Dorongan Seks yang Tidak Cocok
    Bagi banyak orang, kepuasan seksual yang mutual sangatlah penting dalam hubungan yang awet. Itulah mengapa Anda harus mencocokan dorongan seks Anda sejak awal, jelas psikologis Susan Heitler.
    “ Jika pasangan Anda tidak memiliki keinginan untuk berbagi secara seksual meskipun Anda sangat menghargai seksualitas Anda, bisa jadi Anda merasa pasangan kurang menarik dan mulai berpikir bahwa pernikahan tanpa seks itu tidak dapat diterima,” imbuhnya.

    5. Bersikap Dingin
    Setiap orang memiliki kasih sayang yang berbeda-beda dan hal ini dapat mempengaruhi hubungan.
    “ Jika Anda adalah tipe yang selalu ingin dekat dan intim, sedangkan pasangan adalah tipe yang menghindar dan kaku, sulit bagi Anda untuk menjembatani perbedaan ini,” kata terapis pasangan Marnie Feuerman.
    “ Itu mengurangi harga diri Anda ketika bersama seseorang yang tidak menunjukan kasih sayang atau pujian, melakukan seks yang seperti mesin dan tidak ingin dekat dengan Anda,“ imbuhnya.

    6. Narsisme
    Jika pasangan Anda memiliki gangguan kepribadian narsisme, menjaga hubungan agar tetap berjalan sangatlah sulit, kata Carin Goldstein, seorang terapis pernikahan dan keluarga.
    Goldstein menambahkan, “ Tidaklah jarang bagi pasangan yang narsis untuk memberi harapan bahwa mereka akan berubah. Sayangnya, itu palsu. Mereka akan tetap mengkritisi Anda karena menyulitkan hidupnya.

    7. Tidak Dapat Terbuka
    Anda harus nyaman dalam menceritakan masalah Anda dengan pasangan, ujar Marie Land, seorang psikologis dari Washington.
    “ Jika Anda tidak mau menunjukan perasaan Anda, Anda dapat merasa khawatir atau kecewa dengan hubungan Anda. Anda tidak ingin menjauhkan diri dari pasangan, menyerah lebih awal, atau bahkan merasa depresi mengenai hubungan. Namun, itulah yang akan Anda rasakan bila salah satu dari Anda dan pasangan tidak menunjukan perasaan kalian,” jelasnya lagi.

    Sumber: The Huffington Post